SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK KELINCI DAFFA. SEMOGA ISI BLOG INI BERGUNA UNTUK ANDA. SEBAGIAN ISI MATERI BLOG INI (BERUPA TULISAN DAN GAMBAR) MERUPAKAN KUTIPAN DARI BLOG, SITUS DAN SUMBER – SUMBER LAIN YANG SAYA PINJAM UNTUK MENGISI DAN MENGHIASI BLOG INI. TENTU ISI YANG SAYA KUTIP MERUPAKAN MILIK SAH YANG EMPUNYA, SAYA HANYA MEMINJAM DAN MENGUTIP SAJA. SELAIN MATERI TENTANG KELINCI BLOG INI JUGA BERISI INFO – INFO SEPUTAR KEGIATAN USAHA PONDOK KELINCI DAFFA DAN INFO PENJUALAN PRODUK PONDOK KELINCI DAFFA. SELAMAT MEMBACA !

PERHATIAN : PETERNAKAN INI MASIH DALAM TAHAP PERINTISAN

Tampilkan postingan dengan label Buku Panduan Ternak Kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Panduan Ternak Kelinci. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

TIGA BUKU UNTUK WIRAUSAHA ORANG DESA

Ada banyak peluang untuk membangun kehidupan ekonomi orang desa. Tetapi kita selalu bingung untuk memberikan pilihan. Kita lupa bahwa keberadaan kita di kota besar berbeda dengan keberadaan saudara kita di desa. Kita tidak bisa menyamakan apa yang ada dalam pikiran kita, sekalipun itu jitu dan brilian bisa mudah diterapkan oleh saudara kita di desa. Situasi, latar belakang, kemampuan SDM yang berbeda membuat kita harus jitu memberikan solusi kepada mereka. Atas dasar tujuan untuk memberikan kontribusi pada kemajuan ekonomi rakyat desa, penerbit Nuansa Cendekia Bandung memberikan satu langkah efektif, tepat dan banyak diminati oleh oleh desa, yakni peternakan kelinci.

Mengapa kelinci?
Ada sejumlah alasan yang penting. Tetapi barangkali tiga hal ini cukup untuk kita renungkan.
  1. Dari sisi investasi, ternak kelinci mengajarkan kecerdasan kepada kita tentang proses pelipatgandaan uang secara produktif, aman, cepat dan ramah lingkungan. 
  2. Dari sisi bisnis, ternak kelinci mengajak kita membuka lahan baru yang belum memiliki problem persaingan. 
  3. Sedangkan dari sisi pemberdayaan, ternak kelinci berarti memajukan kehidupan rakyat melalui gizi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan ekonomi.

Kita tahu betapa sulitnya mencari kiat jitu untuk membangun kemahiran dan pendalaman di setiap bidang usaha. Salahsatu kelemahan orang kita adalah kekurangcepatan mendapat pemahaman mendasar. Di sini buku menjadi penting kehadirannya sebagai salahsatu bekal pemandu proses meraih sukses. Dengan buku tersebut, berbagai sumber ilmu pengetahuan bisa digali dan itu akan membantu wawasan metode praktis dari pelatihan dan praktik sehari-hati. Prinsip sukses tetaplah pada tiga komponen, yakni bacaan, pelatihan, dan praktik magang. Dengan buku ini, para peternak akan mendapatkan bekal mendasar untuk menuju sukses lebih baik.

Kelebihan buku ini:
Ditulis oleh pemelihara kelinci Riset bacaan yang luas dan praktik beternak langsung disertai liputan ke berbagai peternakan kelinci  membuat buku ini (terutama buku Ternak Uang dan Kelinci Domestik) layak dibaca oleh masyarakat, termasuk mereka yang lulusan sekolah dasar.

Tiga buku ini memiliki tiga manfaat.
KELINCI: (Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu) akan membimbing pemahaman yang luas tentang kelinci.

KELINCI DOMESTIK (Perawatan dan Pengobatan) akan memandung pemahaman lebih praktis dan mendalam tentang bagaimana mengurus kelinci sehari-hari. Sangat penting menjadi kamus harian para pemilik kelinci.

TERNAK UANG BERSAMA KELINCI (Panduan, bisnis, investasi, pemasaran dan pemberdayaan) akan menjadikan kita tidak bingung oleh perhitungan, marketing dan sistem pasar kelinci. Lebih dari itu buku ini juga memuat kiat dan tips serta mentalitas wirausaha sehingga jalan yang sulit menjadi lebih mudah. 
(Editor Nuansa Cendekia)
Sumber :
http://bukukelinci.blogspot.com/

PANDUAN PERAWATAN DAN PENGOBATAN KELINCI (III)


Buku ini memuat hal-hal penting klhidupan kelinci di peternakan (pemeliharaan domestik). Disusun praktis dengan gaya bahasa populer dan difokuskan untuk penjaga kandang Anda. Setiap penjaga kandang penting untuk menjadikan buku ini sebagai kamus harian. Manakala terjadi masalah-masalah bisa langsung membuka buku ini. dengan buku ini, setidaknya banyak hal yang bisa diselesaikan secara tanggap darurat. Jangan biarkan buku ini lepas dari penjaga kandang peternakan kelinci Anda.


Kelinci Domestik (Perawatan dan Pengobatan)/Penulis: Faiz Manshur & Mutasim Fakkih/ Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung, April 2010/Tebal: 244 Hlm/Harga: Rp 46.000.

Pemeliharaan secara domestik mestinya tidak mengubah secara total pola kehidupan kelinci hingga tercerabut dari habibat alamnya. Di era modern, perlu strategi khusus “merumahkan” kelinci dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan hidup kelinci, -bukan sesuai kehendak pemiliknya. Antibiotik-modern yang berbahaya mesti diminimalisir. Solusi tanaman obat terbukti lebih mudah, murah dan aman. 

“…Campuran minyak esensial (astiri) dan campuran ekstrak tanaman memiliki efisiensi yang cukup melawan Eimeria dan Clostridium. Merupakan solusi menarik dalam pemeliharaan kesehatan kelinci.” (M. Colin dan A.Y Prigent).

Bingung perawatan dan pengobatan kelinci?
Saatnya hadir ke genggaman Anda untuk mengatasi masalah-masalah pemeliharaan kelinci. Buku ini secara khusus didedikasikan kepada para peternak dan penghobi kelinci untuk memandu menangani masalah-masalah internal peternakan. Tidak banyak teori dalam buku ini karena banyak teori yang sudah ditulis di dalam buku Kelinci Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu. Buku ini adalah kelanjutan dari buku tersebut sebagai penjabaran lebih detail tentang seluk beluk pemeliharaan. Sebuah karya baru yang memperhatikan para pembaca yang sedang bergulat dalam pemeliharaan kelinci.

Buku ini akan menjadi kamus perawatan dan pengobatan. Perawatan dalam kandang, makanan, jenis-jenis pellet/konsentrat, sayuran, rumput, dan lain-lain dijabarkan secara detail dan itu akan membuat kita mudah mempraktekkan sesuai domisili kita berada. Kelemahan pemelihara selama ini adalah tidak memahami masalah kelinci. Penyakit remeh temeh seperti kembung, mencret, tidak mau makan, menggerat dan lain sebagainya akan mudah diselesaikan melalui buku ini. Pengobatannya pun ditunjukkan secara praktis dan tidak sepenuhnya bergantung pada antibiotik. Tanaman herbal dibuktikan mudah didapat dan murah untuk pengobatan.

Jenis-jenis tumbuhan yang selama ini kita abaikan ternyata memiliki manfaat besar bagi kelinci sehingga pengobatannya pun mudah dilakukan. Setelah membaca buku ini dipastikan kita akan malu tentang hal-hal yang remeh temeh pada masalah kelinci ternyata penyelesaiannya mudah. Cukup Rp 46 ribu berbagai persoalan yang sedang atau akan terjadi dalam pemeliharaan kelinci akan kita selesaikan melalui buku ini.

Selamat membaca.
 
Solusi praktis buku ini meliputi:
  1. Pemahaman habitat kehidupan kelinci
  2. Manajemen kandang dan pola makan secara tepat 
  3. Tips perawatan hamil dan perawatan anak 
  4. Tips pemberian makanan yang cocok dan murah 
  5. Tips merawat dan mengobati penyakit 
  6. Pemanfaatan tanaman obat untuk kelinci, dll.


Info lanjut bisa dibaca di http://hiburan.kompasiana.com/group/buku/2010/05/11/buku-perawatan-pengobatan-kelinci/

Sumber :
http://bukukelinci.blogspot.com/2010/05/panduan-perawatan-dan-pengobatan.html

PANDUAN INVESTASI, BISNIS, MARKETING DAN PEMBERDAYAAN KELINCI (II)


Peluang Investasi Orang Kota, Peluang Usaha Orang Desa
Judul Buku: Ternak Uang Bersama Kelinci/Penulis : Faiz Manshur/Penerbit: Nuansa Cendekia (Anggota IKAPI) Bandung Juli 2009/Tebal: 204 halaman/ Harga: Rp 41.000

Banyak peluang usaha yang berserakan di sekitar kita. Cerita tentang limbah jadi harta melimpah sudah banyak kita dengar. Tetapi dari sekian banyak potensi itu tulisan ini akan bicara tentang potensi luar biasa dari kelinci.

Jangan dibayangkan kelinci yang dimaksud adalah kelinci kampung yang kurus-kurus dan hidup dipelihara petani secara tradisional, melainkan kelinci jenis impor yang memiliki beragam jenis tubuh; mulai yang kerdil (berbobot 7 ons) hingga kelinci jumbo (berbobot 6-8 Kg). Sekarang ini di Indonesia sudah banyak ragam jenis kelinci asing yang berkembang. Sebagian untuk piaraan (hobies) sebagaian untuk tujuan penghasil daging berkualitas.

Saking dahsyatnya potensi usaha kelinci, tak heran kalau kemudian buku ini secara khusus membicarakan perihal Investasi, Bisnis, Marketing dan Pemberdayaan. Buku setebal 188 halaman ditulis secara akurat dan detail tentang seluk beluk usaha kelinci. Dalam buku ini disebutkan, populasi kelinci dalam setiap dua bulan sekali kelahiran mampu menghasilkan 6-8 ekor. Kelinci umur 1 bulan menghasilkan 1 kg daging berkualitas dibanding daging hewan lain.

Daging kelinci memiliki kandungan proteinnya tinggi (25 %), rendah lemak (4%), dan kadar kolesterol daging juga rendah yaitu 1,39 g/kg. Kandungan lemak kelinci hanya 8%, sedangkan daging ayam, sapi, domba, dan babi masing-masing 12%, 24%, 14%, dan 21%. Kadar kolesterolnya sekitar 164 mg/100 gram daging, sedangkan ayam, sapi, domba, dan babi berkisar 220—250 mg/100 gram daging.

Maka, dengan cukup memelihara 2 ekor kelinci betina dan 1 ekor kelinci pejantan, sebuah keluarga dengan 5 penghuni sudah lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar gizi. Karena itulah tak heran jika kelinci bisa menjadi solusi untuk melawan gizi buruk bangsa Indonesia .

Potensi daging kelinci dengan harga Rp 20.000 per Kg adalah harga ideal. Dengan harga itu kelinci meninggalkan penghasilan jauh dari ternak hewan lain, seperti domba dan sapi karena populasinya yang cepat (2 bulan sekali beranak) dan biaya pakan rendah serta ramah lingkungan. Kalau hendak menegak untung luar biasa hingga mencapai 4 kali lipat dari penghasil pedaging, kita bisa beternak kelinci untuk tujuan hias,-hanya saja -memiliki resiko instabilitas pada pemasaran. Di luar tubuhnya kelinci memiliki sejumlah aset luar biasa, pada bulu dan kotoran (pupuk organik) yang sangat berkualitas untuk menyuburkan tanaman, terutama tanaman sayuran, buah dan tanaman hias.

Marketing dan Investasi
Marketing kelinci tergolong unik karena tantangannya bukanlah persaingan, melainkan pembukaan pasar. Pasar kelinci tidak sulit. Melalui pendekatan yang khas, buku ini membuka mata kita untuk memudahkan meraih peluang pasar. Pasar bisa dibuka di mana saja, dengan mudah dan murah. Trik-trik dagang modern yang manusiawi dijelaskan secara baik dan detail dalam buku ini.

Memang tidak semua orang bisa melakuan ternak kelinci. Solusinya adalah investasi bagi hasil kepada peternak handal. Investasi kelinci bisa dilakukan dengan modal kecil dan besar. Atau jika hendak memakai paradigma pemberdayaan, para investor dengan modal Rp 700.000. ternak kelinci sangat cocok untuk penguatan ekonomi rakyat. Seandainya kita hendak mengembangkan secara massal, bisa dilakukan kepada para petani di desa. Ini adalah peluang bisnis sekaligus investasi sosial bagi orang kota untuk memajukan perekonomian petani atau kaum santri di desa-desa.

Kandang kelinci bisa dibuat sendiri dari bahan setempat atau barang-barang sisa. Ukuran kandang untuk masing-masing bibit kelinci cukup 70 X 100 cm. Untuk tiap kelompok anak kelinci dari induk cukup 70 X 70 cm. Jelaslah di sini, pekarangan yang diperlukan tidaklah besar.

Kalau sudah demikian potensial mengapa belum banyak yang ternak kelinci?
Buku ini memberikan jawaban, bahwa masyarakat kita sudah jauh dari "ideologi" beternak maupun bertani. Kebanyakan orang sudah bosan menyandang predikat petani/peternak. Kedua, tidak memiliki lahan dan sarana pendukung, seperti pasokan rumput, pengelolaan pakan dan lain sebagainya. Masalah pertama adalah faktor budaya. Ini adalah masalah mentalitas bangsa secara umum di mana kalangan muda kita lebih dengan gaji pragmatis ketimbang menjadi entrepreneur, terutama di bidang peternakan atau pertanian. Kedua, hanya soal teknis. Sangat bisa diatasi dengan mengenal seluk-beluk ternak kelinci secara mendalam.

Membuka mata lebar-lebar atas setiap potensi adalah cara terbaik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita untuk meraih kemajuan. Buku ini sangat baik bagi siapa saja, mereka para petani desa, peternak, pelaku agribisnis dan calon investor yang berminat mengembangkan uangnya beranak pinak secepat populasi kelinci. (Makmun Yusuf)

http://oase.kompas.com/read/2009/09/13/0059025/peluang.investasi.orang.kota.peluang.usaha.orang.desa

BUKU PENGETAHUAN DASAR KELINCI (I)


Judul Buku: KELINCI: (Pemeliharaan secara ilmiah, tepat, dan terpadu)./Penulis: Faiz Manshur/Editor: Mathori Al-Elwa/ Penerbit; Nuansa Cendekia (Anggota IKAPI) Bandung Januari 2009/ Tebal: 284 Halaman 19 x 24 cm. Harga Rp 61.000

Bagaimana menciptakan bisnis baru yang menjanjikan masa depan kehidupan kita?
Ini adalah pertanyaan yang banyak muncul di benak orang. Krisis ekonomi yang terus mendera negeri ini benar-benar mencekik kehidupan. Sektor jasa sangat labil. Pabrik banyak yang tutup. Bagi mereka yang masih bekerja sebagai karyawan kecemasan melanda.

Cepat atau lambat bisa jadi nasib mereka diputuskan sepihak oleh perusahaan. Pemecatan benar-benar menakutkan. Sementara mereka yang menganggur atau bekerja dengan penghasilan minim dirundung ketidakberdayaan modal untuk membuka usaha baru.

Letak kesulitannya karena masing-masing orang berpikir usaha yang menarik perhatian hanya terletak pada sektor jasa atau dagang di kota. Sementara sektor riil seperti pertanian, perikanan dan peternakan seringkali tidak pernah dibayangkan. Menjadi petani atau peternak bagi orang Indonesia bukanlah idaman. Seolah-olah usaha di sektor riil seperti itu tiada hasil yang menjanjikan. Padahal?

Buku ini telah membuktikan asumsi baru yang jauh berseberangan dari asumsi kebanyakan orang. Ternak kelinci yang selama ini dianggap marjinal ternyata memiliki potensi luar biasa untuk menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta dalam setiap bulan. Dan itu bisa dilakukan di kota sekalipun.

Buku ini bukan sekedar panduan teknis pemeliharaan, melainkan memandu kita semua menyadari bahwa kelinci, terutama kelinci impor memiliki nilai besar bagi kehidupan yang tiada terkira.

Kelinci adalah makhluk kecil dengan potensi besar, besar mengalahkan potensi hewan-hewan piaraan lain. Siapapun bisa memelihara, bahkan jika hendak dipelihara di kota sekalipun. Memang, beternak kelinci adalah sesuatu yang baru dan asing. Tetapi di sinilah ujian kita sejauh mana mampu menjadi manusia bijak untuk membangun kehidupan ekonomi baru. Kalau akar masalahnya adalah sektor riil, maka ternak kelinci adalah akar yang bisa ditanam sebagai tumbuhan uang. Kalau masalahnya adalah kesulitan membayangkan praktek ternak kelinci, maka solusinya jelas mempelajari, baik belajar dari peternak langsung maupun dari buku-buku bacaan.

Era globalisasi yang merevolusionerkan setiap sendi-sendiri kehidupan semestinya disikapi dengan cara revolusioner. Dan langkah pertamanya ialah melirik potensi ternak dan bisnis secepat revolusi bergulir. Kelinci adalah potensi yang akan mampu mengubah kehidupan para peternak maupun pelaku bisnis, termasuk mereka yang berusaha di sektor agroindustri.

Ini bisa dibuktikan. Pertama, daging kelinci adalah golongan daging paling baik dan sehat di banding daging hewan lain dan memiliki potensi luar biasa. Hanya saja karena pasokan minim dan masyarakat belum mudah mendapatkan, maka potensi itu hingga kini belum tergali. Kedua, potensi pupuk dari air kencing (urine) dan feses kelinci sangat mahal harganya. Ketiga, penghasil bulu. Bulu kelinci sangat mahal harganya. Pasar luar negeri menghargai satu lembar kulit kelinci antara Rp 140-280 ribu.

Sayangnya, ketiga hal di atas tersebut sampai sekarang belum bergerak. Pasar domestik itu sendiri sangat membutuhkan banyak pasokan daging kelinci. Harga sate kelinci yang mahal dan digemari banyak orang selama ini tidak banyak menyebar bukan karena kelinci tidak laku, melainkan karena kurangnya pasokan daging. Beberapa peternak kelinci yang sering muncul di berbagai media massa masih bertahan pada peternakan kelinci impor golongan hias. Hal ini maklum adanya mengingat harga kelinci hias empat kali lipat lebih tinggi di banding harga kelinci pedaging.

Buku ini tergolong menarik dipelajari oleh mereka, para calon usahawan baru yang tidak gengsi melirik sektor peternakan sebagai calon basis usaha yang menjanjikan uang besar. Di dalamnya membuat seluk beluk kehidupan kelinci. Pola pakan, perawatan, tata tekola dan manajeman pemberdayaan diulas secara rasional dan penuh inspirasi.

Jika tiada rasa gengsi berwirausaha di sektor ini, mereka yang mampu merogoh kocek Rp 1-2 juta akan mampu menghasilkan uang tambahan antara Rp 700.000- 1juta. Bagi mereka yang berani mengeluarkan modal Rp 3-4 juta, akan mampu mendapatkan laba antara Rp 1,2-2 juta. Sedangkan mereka yang mampu menginvestasikan modalnya Rp 25-30 juta bisa meneguk untung 5-6 juta perbulan. Kalau mau lebih serius dengan mengeluarkan modal Rp 150 juta, barangkali penghasilan setiap bulannya akan mencapai Rp 17-25 juta lebih.

Berbagai pengalaman kesuksesan peternak kelinci baik pedaging maupun kelinci hias sudah banyak dialami banyak orang. Sayangnya masyarakat kita kurang peka terhadap perkembangan sektor ternak kelinci ini. Potensi ternak kelinci yang lebih cepat ketimbang ternak sapi atau domba masih dipandang pinggiran. Semua karena asumsi-asumsi lama tentang kelinci lokal peliharaan petani yang dianggap tak memiliki prospek itu.

Bagi Anda yang ingin memajukan ekonomi keluarga, mengembangkan investasi bisnis di sektor agroindustri atau sektor agrobisnis sepatutnya belajar dari buku ini. Sebuah panduan yang tepat dan cocok untuk kalangan manapun, termasuk Anda yang tinggal di kota-kota besar.( Farid Ibrahim) sumber: http://oase.kompas.com/read/2009/05/09/0037179/Potensi.Kelinci.untuk.Rakyat

Banyak hal tentang buku ini bisa dibaca di http://ternaksukses.blogspot.com/

Sumber :
http://bukukelinci.blogspot.com/2010/05/buku-pengetahuan-dasar-kelinci.html#more